Hukum & KriminalRegional

KAPOLRES ACEH TIMUR AKAN TINDAK TEGAS AGEN GAS LPG YANG NAKAL

Berita Sepekan

Kepolisian Resor Aceh Timur melalui Unit Tindak Pidana Tertentu menindak tegas bagi agen gas ukuran 3 kilogram atau gas bersubsidi, jika terbukti menyalurkan gas kepada yang bukan berhak. Ini terbukti Polres Aceh Timur saat ini sedang menangani satu perkara dengan menetapkan satu tersangka pemilik agen gas di Julok yang diduga menyalurkan gas bersubsidi tidak sesusai dengan harga het yang di tentukan.
Pak wahyu kuncoro, kapolres Aceh Timur sudah melakukan pemeriksaan terhadap saksi-saksi, dalam waktu dekat kami akan meminta keterangan saksi ahli dari Migas dan Pertamina. Bahkan presentase penyidikan sudah mencapai 70 %. Jika sudah lengkap langsung kami limpahkan ke Jaksa Penuntut Umum.” ungkap Kapolres Aceh Timur AKBP Wahyu Kuncoro, S.I.K, M.H, Selasa (05/02/2019).

“Kapolres Aceh Timur AKBP Wahyu Kuncoro, S.I.K,M.H,sudah ada penindakan, karena diduga pemilik agen menyalahgunakan pendistribusian gas lpg 3 kg yang bersubsidi, harusnya untuk masyarakat kurang mampu, nah ini malah disuplai kepada pihak yang di luar ketentuan.”

Untuk mengantisipasi kelangkaan gas, sambung Kapolres pihaknya sudah memerintahkan para kapolsek jajaran untuk melakukan pengecekan ke lapangan terutama ke agen-agen penyaluran.

“Kami sudah perintahkan para kapolsek untuk turun mengecek jika ada kelangkaan di wilayahnya dan segera dicari tahu apa penyebanya.”

Oleh karena itu kami tegaskan agar pemilik pangkalan (agen) gas tidak melakukan penimbunan dan mendistribusikan gas bersubsidi sesuai ketentuan. “Artinya kalau memang peruntukannya di kecamatan A maka, salurkan di kecamatan A jangan disalurkan di kecamatan B juga jangan disalurkan kepada pelaku usaha. Karena, gas bersubsidi ini diperuntukan bagi masyrakat kurang mampu.” Tegas Kapolres Aceh Timur AKBP Wahyu Kuncoro, S.I.K, M.H.

Sementara itu Kepala Bidang Perdagangan pada Dinas Perdagangan Koperasi dan UKM, Nazarina menyebutkan, tersendatnya pendistribusian gas di wilayah Idi dan sekitarnya disebabkan adanya salah satu agen gas yang diblock oleh Pertamina sejak tanggal 28 Januari 2019 lalu dikarenakan masalah administrasi yang belum diselesaikan oleh agen tersebut. Ungkapnya.

Lebih lanjut Kabid Perdagangan Nazarina mengatakan, dampaknya mempengaruhi jumlah gas yang masuk ke wilayah Idi. Dikarenakan agen gas yang diblock oleh pertamina tadi tidak mengalihkan kuotanya kepada agen gas yang lain. Dampaknya berkurangnya gas di pasaran. Bukan langka akan tetapi berkurang. Jelas Nazarina.( Iwan) Aceh Timur

Beritasepekan.Net

Beritasepekan.net tidak hanya menerbitkan portal berita online, kami juga menerbitkan buletin / tabloid mingguan yang kami rangkum dalam waktu 1 minggu terakhir.

Related Articles

Close