Nasional

Gubernur Jateng Hadiri Tradisi Bobok Bumbung di Kroya Cilacap

___
Cilacap – Sejumlah pejabat daerah menghadiri Tradisi Bobok Bumbung di Desa Pesanggrahan Kecamatan Kroya Kabupaten Cilacap, Senin (4/3).

Pesanggrahan sendiri adalah sebuah Desa di Kecamatan Kroya yang luas wilayahnya mencapai 153 ha tersebut terdiri dari dua dusun, 4 RW dan 12 RT. Dengan jumlah penduduk sebanyak 4.720 jiwa dan 1.329 kepala keluarga, dan sebagian besar warganya berprofesi sebagai petani dan pedagang.

Dalam tradisi unik ini Terlihat Bupati Cilacap, H. Tatto Suwarto Pamuji dan Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo Hadir dengan mengenakan pakaian adat.

Kirab yang dilakukan warga masyarakat di desa setempat saling menampilkan kreasinya masing-masing untuk mengiring sebuah Jolen, miniatur rumah yang didalamnya terdapat ribuan potongan bambu yang telah diisi uang pembayaran pajak bumi dan bangunan.

Warga di Desa Pesanggrahan, Kecamatan Kroya, Kabupaten Cilacap sudah melakukan tradisi bernama Bobok Bumbung ini lima kali berturut-turut. Dan merupakan tradisi yang sudah ada serta diwarisi oleh para leluhur.

Sebelumnya tradisi ini dilakukan dengan rembugan antara Kepala Desa Pesanggrahan dengan para sesepuh warga setempat. Setelah itu warga diberi tahu beberapa bulan sebelum Surat Pemberitahuan Tahunan Pajak Bumi dan Bangunan (SPT PBB) diserahkan. Warga pun langsung menabung di selongsong bambu (bobok bumbung) dan ketika SPT diberikan, warga siap membayar.

Yang unik dari tradisi ini adalah dilakukannya prosesi pembayaran dengan cara kirab keliling kampung menuju balai desa setempat.

Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo Mengatakan, bahwa tradisi yang ada di desa tersebut merupakan peristiwa budaya yang sangat langka. Pasalnya dia belum pernah menemukan pembayaran pajak yang dilakukansecara serempak yang meliputi seluruh warga desa yang dipadu dengan kebudayaan dan kesenian. Perpaduan budaya dan penerapan kegiatan pemerintahan tersebut, dinilai sebagai satu-satunya cara pembayaran pajak unik di Indonesia.

“Saya kemarin dikasih tahu, Pak Gubernur berkenan hadir atau tidak? Acaranya bobok bumbung. Kalau saya kecil itu (bobok bumbung) jadi celengan (tempat menabung). Tidak ada dimanapun, hanya di Cilacap. Yang penting ada kesadaran membayar pajak dengan tertawa, senang. Pemimpinnya suka dengan rakyat, rakyat juga mencintai pemimpinnya. Kalau biasanya hanya membayar ke kantor, ini ditambah dengan upacara, bareng-bareng sedesa,” paparnya.

Karena keguyuban dan keunikan itu, gubernur lantas menyinggung soal penerapan budaya sebagai panglima dalam kehidupan bernegara. Karena penerapan politik dan perekonomian sebagai panglima dalam kehidupan bernegara, belum membuahkan hasil yang membanggakan.

“Ini cara, budaya, adat yang panjenengan miliki. Sebenarnya Indonesia lahir itu politik sebagai panglima, orde baru ekonomi jadi panglima. Reformasi, politik jadi panglima. Maka seniman, romo kiai bilang, budaya sebagai panglima. Kalau budaya sebagai panglima, maka masyarakat yang keseniannya, budayanya ternyata bisa dimasukkan ke kegiatan pemerintahan. Contohnya bayar pajak ini. Satu jam lunas,” ungkapnya.(red/M)

Beritasepekan.Net

Beritasepekan.net tidak hanya menerbitkan portal berita online, kami juga menerbitkan buletin / tabloid mingguan yang kami rangkum dalam waktu 1 minggu terakhir.

Related Articles

Close